Selasa, 16 September 2014

 
CARA MEMBONGKAR, MERAKIT, DAN MEMPERBAIKI LAPTOP
PENGENALAN KOMPONEN DAN FUNGSINYA
1Carger
a.   Cable Power
Fungsi       : Sebagai kabel penyalur sumber daya ke adaptor
Input         : v= 220V – 250V
                     I= 2,5 A
b.   Adaptor
Fungsi      :
Sebagai penyedia sumberdaya untuk laptok dan sakaligus untuk mencarg atau mengisi kembali daya pada batrei.
Input        : Tegangan = 19V
                    Arus         = 1,58 A / 3,9A
2.                c.  Batrei
     Fungsi         : Sebagai sumber daya cadangan ketika laptop dalam keadaan tidak   terhubung   langsung dengan adaptor.
      Model             : 3 cell – 6 cell
      Merk               ; Li-on, dll

3.Cassing
      a.Cassing Atas
Fungsi       :
Pelindung koponen bagian dalam sekaligus tempat terpasangnya mainboar dan komponen- komponen lainnya
Model       : Sesuai dengan merk dan type dari laptop
     
      b.Cassing bawah
Fungsi       :
Pelindung komponen pada bagian atas sekaligus tempat untuk memopang keyboard

      c.Cassing LCD:
Fungsi       :
Sebagai pelindung serta stan tempat terpasangnya engsel laptop, LCD , Inverter LCD, Speaker, dan juga Kamera.                                                                   
   Hardisk
Fungsi       :
Tempat penyimpanan data permanen.
Model        : ATA dan SATA
Kapasitas   : 150GB, 250GB, 320GB, 500GB, 1TB
Merk          : Seagate, Hitachi, WD, Toshiba
5
  Optikal Drive
Fungsi             :
Sebagai pembaca kaset dalam bentuk piringan CD atau DVD

6
  Keyboard
Fungsi             :
Sebagai perangkat untuk menginput data yang akan diproses
Model              : disesuaikan dengan bentuk dan type dari masing-masing laptop.  
7.     
   Mainboard
Fungsi             :
Sebagai tempat menempelnya beberapa komponen penting pada laptop.
Model              : disesuaikan dengan bentuk dan type dari masing-masing laptop.
a.       Slot Memory
Fungsi       : Sebagai tempat tertancapnya memory RAM
Jumlah       : Pada umumnya ada 2 bh pada laptop dan untuk kebanyakan notebook hanya terdapat 1 buah saja.
Model        ; DDR, DDR2, DDR3
b.      Memory
Fungsi       : sebagai tempat penyimpanan data sementara
Jumlah       : Pada umumnya ada 2 bh pada laptop dan untuk kebanyakan notebook hanya terdapat 1 buah saja Perankat Wirelles.
Model        : DDR, DDR2, DDR3
c.       Soket processor
Fungsi       : sebagai tempat tertancap atau terpasangnya processor
Jumlah       : 1 Buah
Model        : Disesuaikan dari bentuk Processor.
d.      Fan Processor
Fungsi       : sebagai kipas pendingin dari processor, mengurangi panas yang dihasilkan oleh processor dan chipset
Jumlah       : 1bh
Input         : Tegangan = 5V
Model        : 2 urat (Negatif, Positif) dan 3 urat(Negatif,Positif dan Data)

e.       Processor
Fungsi       : sebagai tempat memroses data masukan dan memberikan data keluaran.

f.       Chipset
Fungsi       : sebagai pengatur jalur lalu lintas data
Model        : Nortbridge dan Southbridge

g.      Speaker
Fungsi       : sebagai pernagkat output untuk mengeluarkan informasi dalam bentuk suara.
Model        : Mono dan Streo
h.      Bluetooth
Fungsi       :
Sebagai komunikasi data tanpa kabel, baik untuk mengirim ataupun untuk menerima data
Model        :
Pada umumnya modelnya sama untuk semua laptop bergantung pad typenya saja
Jenis          : Atheros, Realtek
i.        Port USB
Fungsi       : sebagai tempat manncapnya USB
j.        Port VGA
Fungsi       : sebagai tempat menancapnya kabel VGA
k.      Port LAN
Fungsi       : sebagai tempat menancapnya kabel jaringan baik cross atau stright ( RJ-45)
l.        Port MMC
Fungsi       :
sebagai tempat tertancapnya kartu memory atau sering disebut dengan Multi Media Card.
m.    Port Power
Fungsi       : sebagai tempat tertancapnya carger

8.Buttom power
Fungsi             :
sebagai tempat terpasangnya komponen tombol power( tombol untuk menghidupkan (on) atau mematikan(off) laptop)
Model              : Onboard dan Outboard

9LCD
Fungsi             :
sebagai perangkat output untuk menampilkan informasi dalam bentuk tampilan visual/ gambar.
Model              : LED dan Liquid
Size                 : 10 inci, 11 inci, 12, inci, 13, inci, 14 inci, 15 inci, 16 inci

1Camera
 Fungsi                        :
sebagai perangkat input data, dimana data yang diinput berupa data visual/ gambar

PROSES PEMBONGKARAN
Biasanya laptop dibongkar dikarenakan 2 alasan penting:
Laptop ingin dibersihkan
Laptop ingin diperbaiki
Langkah- langah dalam pembongkaran Laptop
Alat :
Obeng bunga                                                         1 bh
Obeng pelat                                                           1 bh
Tang buaya atau pinset                                            1 bh
Selotip                                                                    1 bh
Kuas/ sikat bekas                                                    1 bh
Wadah                                                                    2 bh
Bahan :
1.      Laptop dengan merek apapun
Langkah kerja:
Adapun tahapan langkah – langkah pembongkaran yang biasa dilakukan oleh saya yaitu :
1.      Lepaskan batrei laptop
2.      Bukalah semua baut yang terpasang pada cassing laptop ( gunakan obeng bunga) dan smpan pada wadah yang sudah disiapkan tadi.
Catatan :
Pisahkan baut dari pelepasan baut –baut cassing dan baut-baut komponen.
3.      Lepaskan hardisk
Caranya yaitu Tarik hardisk secara perlahan sambel mencungkil atau mendorongya keluar dari slotnya dengan obeng plat
4.      Lepaskan memory ram dari slot memory
Caranya yaitu dengan menarik ke arah luar masing pengunci hingga memory nampak terangkat dari slotnya, kemudaian tariklah memory keluar dari slotnya.
5.      Lepaskan optical drive
Tarik saja optical drive seca perlahan-lahan.
6.      Lepaskan kabel wirelles yang terpasang pada perangkat wireless ( Biasanya ada 2 kabel yang berwarana hitam (1) dan putih(2), namun ada juga bebebrapa laptop yang hanya memiliki 1 kabel saja)
7.      Lepaskan keyboard
a.       Lepaskan  kunci keyboard
Adapun system kunci pada keyboard yang saya temukan yaitu 2, antara lain:
·         Kunci hanya dengan baut
Cara melepaskan keyboard yang memiliki system kunci seperti ini yaitu dengan melepaskan semua baut  yang pada masing-masing posisi baut memiliki logo gambar keyboard.
·         Kunci baut dengan panel kunci keyboard
Cara mebuka keyboard yang memiliki system kunci ini yaitu membuka semu baut dan menekan masuk semua panel kunci pada sisi tepi keyboard yang terpasang pada cassing sambil menarik keyboard kearah atas.
b.      Lepaskan kabel koneksi  keyboard ke mainboard, Caranya yaitu dengan melepas kabel koneksi keyboard  yang terjepit pada socket pada mainboard. Untuk soket yang mengunci kabel koneksi biasanya memiliki 2 model, yaitu:
·         Socket jepit ke dalam
Tarik pengunci ke arah luar kemudian tarik lepas kabel koneksinya.
·         Socket jepit ke bawah
Tarik pengunci kearah atas kemudian tarik lepas kabel koneksinya
            Catatan:
Dalam melepaskan kabel power dari socketnya mesti berhati-hati, kecerobohan teknisi bisa mengakibatkan kabel koneksi dan socket rusak. Ini biasanya disebut resiko kerja dan teknisi tidak bertanggung jawab atas kerukannya.
8.      Lepaskan power buttom
Berlaku pada laptop yang sistem tombol powernya tidak terpasang secara Onboard pada mainboard. Caranya yaitu dengan melepas kabel koneksi power  yang terhubung dengan mainboard. Cara kerjanya sama denyan cara melepaskan kabel koneksi  keyboard dari socketnya.
9.      Lepaskan monitor LCD dengan cara membuka baut pada masing engsel yang terpasang pada bagian bawah monitor LCD kemudian lepaskan kabel fleksibelnya dari mainboarg secara hati-hati menggunakan tang .
10.  Lepaskan cassing
Dalam proses pelepasan cassing  biasanya cassing memiliki 2 bagian yaitu bagian atas dan bagian bawah, dan dalam pelepasannya tertergantung dari konstruksi masing masing laptop, terkadang ada yang mau bagian atasnya yang dahulu dibuka kemudian bagian bawahnya, namun ada juga beberapa laptop yang malah kebalikannya dalam proses pelepasan cassingnya. Dengan kata lain dikondisikan cara pelepasan cassing ini.
11.  Lepaskan semua konektor yang menancap pada mainboard, antara lain konektor Carger, Speaker, Fanprocessor , Toucpad dan  Lancard (Gunakan tang untuk lebih mempermudah).
12.  Lepaskan semua komponen  yang  dari konektor diatas dari cassing laptop.
13.  Lepaskan headsing/ pendingin  processor
14.  Lepaskan mainboard dari cassing dengan lebih dulu melepas semua baut yang menahan keyboard pada cassing.
15.  Lepaskan  processor dari slotnya dengan terlebih dahulu membuka pengunci processor itu sendiri (gunakan obeng plat untuk membuka pengunci, ikuti petunjuk arah putar n pembukanya yang tertera pada pengunci)
16.  Bersihkan laptop mengunakan kuas dan sikat jika kondisinya laptop hanya ingin dibersihkan dan periksalah trubleshootingnya jika laptop ingin diperbaiki.
17.  Jika tujuan sudah dilakukan, laptop siap untuk dipasang or diarakit kembali.

PROSES PERAKITAN
Alat :
1.      Obeng bunga                                                           1 bh
2.      Obeng pelat                                                             1 bh
3.      Tang buaya atau pinset                                            1 bh
4.      Selotip                                                                     1 bh
5.      Kuas/ sikat bekas                                                     1 bh
6.      Wadah                                                                     2 bh
Bahan:
1.      Laptop terbongkar yang siap dipasang atau dirakit

Langkah kerja:
Adapun tahapan langkah – langkah pembongkaran yang biasa dilakukan oleh saya yaitu :
1.      Pasangkan kembali mainboard pada cassing dana jangan lupa memasang baut nya sesuai baut sebelumya
2.      Pasangkan kembali processor yang telah dilepas tadi kemudian menguncinya kembali.
3.      Pasangkan kembali headsing processor
4.      Pasangkan kembali semua komponen yang sebelumnya seperti konektor carger, Fanprocesor, Speaker, Touchpad ,  LAN card  dan Wirelles Cars pada mainboard.
5.      Pasangkan kembali LCD  ke cassing dengan memasangkan baut pada masing – masing engselnya kemudian jangan lupa untuk memasang kembali fleksibel dan kabel wirellesnya.
6.       Pasangkan kembali cassing secara lenkap
7.      Pasangkan kembali keyboard dan jangan lupa untuk memsang kemabli juga kabel koneksinya, karena jika tidak terpasang dengan baik maka dalam penggunaanya keyboard otomatis akan tidak berfungsi dengan baik dan bahkan mungkin tidak bisa digunakan sama sekali.
8.      Pasangkan kembali power buttom sebagaimana posisi sebelumnya dibongkar
9.      Pasangkan kembali optical drive pada tempatnya
10.  Pasangkan kembali hardisk pada slotnya
11.  Pasangkan kembali memory pada slotnya
12.  Pasangkan kembali semua baut yang telah dilepaskan
13.  Pasangkan  kembali batrei
14.  Laptop siap untuk dipakai kembali
 TROUBLE SHOOTING
            Adapun beberapa masalah yang sering muncul pada laptop antara lain sebagai berikut:
1.      Laptop mati total
Masalah :
·         Tidak ada daya baik dari adaptor maupun dari batrei
·         Mainboard rusak pada bagian chipsetnya

2.      Lampu indikator power menyala tetapi tampilan blank( lcd mati)
Masalah :
·         Memory tidak terbaca
·         Memory lemah atau rusak
·         Fleksibel putus atau kotor
·         LCD bermasalah

3.      Tampilan pada LCD blank  hitam atau putih saja
Masalah :
·         Fleksibel bermasalah
·         LCD

4.      Tampilan LCD bergaris
Masalah:
·         Fleksibel bermasalah
·         LCD bermasalah

5.      Beberapa tombol keyboard tidak berfungsi
Masalah :
·         System keyboard tidak sesuai
·         Pemasangan kabel koneksi kurang rapat
·         Keyboard kotor
·         Keyboard Rusak

6.      USB tidak terbaca
Masalah :
·         Port USB beum terinstal
·         Port USB tidak terkoneksi dengan Mainboard
·         Port USB Rusak

7.      CD/ DVD kaset tidak terbaca
Masalah :
·         Optikal drive tidak dikenali system
·         Optikal drive tidak mendukung pembacaan kaset
·         Optikal drive kurang rapat
·         Optikal drive rusak
8.      System Operasi tidak ditemukan
Masalah :
·         System operasi belum terinstal
·         System operasi rusak oleh virus
·         Hardisk bermasalah

9.      Laptop suka mati sendiri
Masalah :
·         Suhu laptop terlalu panas
·         Kipas tidak aktif
·         Pasta processor kering
·         Processor mulai kalah
·         Lubang pembuangan Udara tersumbat
·         Laptop kotor

10.  Laptop sering hank
Masalah :
·         Memory lemah
·         System operasi tidak komplit
·         System dipenuhi dengan aktifitas virus

11.  Laptop sering restart sendiri
Masalah :
·         Memory laptop lemah
·         Laptop bervirus
·         Pasta processor kering
·         Processor mulai kalah
·         Fan processor bermasalah ( Lambat putarannya)

12.  Koneksi wireless tidak aktif
Masalah :
·         Perangkat belum diaktifkan
·         Perangkat tidak dikenali system atau tidak didukung system
·         Perangkat belum terinstall
·         Perangkat tidak ada atau rusak

13.  Koneksi LAN tidak aktif
Masalah :
·         Perangkat LAN  tidak dikenali system
·         Perangkat LAN belum terinstall
·         Perangkat LAN belum disetting

14.  Touchpad tidak berfungsi
Masalah :
·         Kabel koneksi Touchpad tidak terhubung atau kurang terpasang rapat
·         Touchpad rusak

15.  Bios terpassword
Masalah :
·         Laptop tidak bisa masuk di bios system
·         Laptop tidak bisa diinstall

16.  Hardisk tidak terbaca
Masalah :
·         Hardisk tidak terpasang
·         Hardisk tidak terpasang rapat
·         Hardisk mengalami bad sector
·         Hardisk rusak

17.  Optikal drive tidak terbaca
Masalah :
·         Optical tidak dikenali system
·         Optikal tidak terpasang rapat
·         Optikal rusak

18.  Cas tidak mau masuk
Masalah :
·         Cable power belum terhubung dengan terminal listrik
·         Kabel power mengalami putus dalam
·         Adaptor rusak
·         Kabel output adaptor mengalami putus dalam

19.  Batrei cepat habis
Masalah :
·         Batrei jebol

20.  Laptop cepat panas
Masalah :
·         Kipas laptop tidak aktif
·         Lubang pembuangan udaranya tersumbat kotoran
·         Pasta Processor kering

21.  Kamera tidak aktif
Masalah :
·         Kamera belum terinstall
·         Kamera tidak dikenali system
·         Kamera tidak terkoneksi dengan mainboard

22.  Pada saat melakukan penginstallan terjadi blue screen
Masalah :
·         Setingan bios tidak sesuai
·         Hadisk bermasalah

23.  Hardisk bad sektor
Masalah :
·         Hardisk tidak terbaca
·         Hardisk tidak bisa melakukan booting

24.  Adaptor tidak mengeluarkan tegangan
Masalah :
·         Kabel power tidak terkoneksi dengan terminal
·         Adaptor rusak

25.  FAN processor tidak berputar
Masalah :
·         Power FAN tidak terkoneksi dengan mainboard
·         Kabel power FAN mengalami putus dalam
·         FAN rusak

26.  PORT VGA tidak berfungsi
Masalah :
·         Perangkat belum terinstall
·         Kabel VGA yang terhubung rusak

27.  Engsel tidak mampu menahan LCD
Masalah :
·         Engsel rusak



MAINTANANCE HARDWARE
Dibawah ini merupakan beberapa cara melakukan maintanance untuk masalah- masalah yang terdapat pada trouble shooting diatas :
1.      Laptop mati total
Masalah :
·         Tidak ada daya baik dari adaptor maupun dari batrei
·         Mainboard rusak pada bagian chipsetnya
Solusi :
·         Colok Kabel powwer pada terminal listrik
·         Ganti chipset

2.      Lampu indikator power menyala tetapi tampilan blank( lcd mati)
Masalah :
·         Memory tidak terbaca
·         Memory lemah atau rusak
·         Fleksibel putus atau kotor
·         LCD bermasalah
Solusi :
·         Lepaskan memori kemudian bersihkan pin memory dengan menggunakan tiner
·         Upgrade memory ke kapasitas yang lebih besar
·         Lepaskan, bersihkan kemudian pasang kembali kabel fleksibel, untuk fleksibel putus silahkan Ganti fleksibel.
·         Ganti LCD yang bermasalah

3.      Tampilan pada LCD blank  hitam atau putih saja
Masalah :
·         Fleksibel bermasalah
·         LCD
Solusi :
·         Lepaskan, bersihkan kemudian pasang kembali fleksibel
·         Inverter bermasalah dan minta diganti

4.      Tampilan LCD bergaris
Masalah:
·         Fleksibel bermasalah
·         LCD bermasalah
Solusi :
·         Lepaskan, bersihkan kemudian pasang kembali fleksibel
·         Inverter bermasalah dan minta diganti

5.      Beberapa tombol keyboard tidak berfungsi
Masalah :
·         System keyboard tidak sesuai
·         Pemasangan kabel koneksi kurang rapat
·         Keyboard kotor
·         Keyboard Rusak
Solusi :
·         Seting keyboard pada setingan yang mendukungnya
·         Lepaskan, bersihkan kabel koneksi kemudian pasang kembali keyboard
·         Abersihkan keyboard
·         Ganti keyboard

6.      USB tidak terbaca
Masalah :
·         Port USB beum terinstal
·         Port USB tidak terkoneksi dengan Mainboard
·         Port USB Rusak
Solusi :
·         Install Driverx
·         Pasang kabel koneksi USB ke mainboard
·         Ganti Port yang rusak

7.      CD/ DVD kaset tidak terbaca
Masalah :
·         Optikal drive tidak dikenali system
·         Optikal drive tidak mendukung pembacaan kaset
·         Optikal drive kurang rapat
·         Optikal drive rusak
Solusi :
·         Install drivers optikal
·         Install driver yang suport dengan system
·         Lepaskan dan pasang kembali optikal drive
·         Ganti optikal drive yang baru

8.      System Operasi tidak ditemukan
Masalah :
·         System operasi belum terinstal
·         System operasi rusak oleh virus
·         Hardisk bermasalah
Solusi :
·         Install sytem operasi terlebih dahulu
·         Repair kembali system yang sudah rusak
·         Format total hardiskl, kalaw masih tidak bisa ganti hardisk yang baru

9.      Laptop suka mati sendiri
Masalah :
·         Suhu laptop terlalu panas
·         Kipas tidak aktif
·         Pasta processor kering
·         Processor mulai kalah
·         Lubang pembuangan Udara tersumbat
·         Laptop kotor
Solusi :
·         Bersihkan Laptop
·         Periksa power kipas
·         Ganti pasta processor
·         Ganti processor

10.  Laptop sering hank
Masalah :
·         Memory lemah
·         System operasi tidak komplit
·         System dipenuhi dengan aktifitas virus
Solusi :
·         Upgrade kapasitas memory
·         Repair kembali system operasi
·         Bersihkan virus dengan antivirus terupdate, kemudian repair kembali sytem operasi

11.  Laptop sering restart sendiri
Masalah :
·         Memory laptop lemah
·         Laptop bervirus
·         Pasta processor kering
·         Processor mulai kalah
·         Fan processor bermasalah ( Lambat putarannya)
Solusi :
·         Upgrade kapasisat memory
·         Bersihkan virus dengan anti virus terupdate
·         Ganti pasta processor
·         Ganti processor
·         Cek koneksi power fan, jikan FAN rusak ganti FAN yang rusak

12.  Koneksi wireless tidak aktif
Masalah :
·         Perangkat belum diaktifkan
·         Perangkat tidak dikenali system atau tidak didukung system
·         Perangkat belum terinstall
·         Perangkat tidak ada atau rusak
Solusi :
·         Aktifkan tombol wirelles
·         Instal driver yang support dengan system
·         Pasang perangkat, jika perangkat rusak maka silahkan ganti perangkat yang baru.
13.  Koneksi LAN tidak aktif
Masalah :
·         Perangkat LAN  tidak dikenali system
·         Perangkat LAN belum terinstall
·         Perangkat LAN belum disetting
Solusi :
·         Instal driver yang support dengan system
·         Setting LAN

14.  Touchpad tidak berfungsi
Masalah :
·         Kabel koneksi Touchpad tidak terhubung atau kurang terpasang rapat
·         Touchpad rusak
Solusi :
·         Lepaskan kabel koneksi , bersihkan dan coba pasangkan kembali kabel koneksi.
·         Ganti touchpad

15.  Bios terpassword
Masalah :
·         Laptop tidak bisa masuk di bios system
·         Laptop tidak bisa diinstall
Solusi :
·         Jumper bios secara manual, atau guanakan aplikasi untuk mereset password tersebut
·         Reset password dan coba install

16.  Hardisk tidak terbaca
Masalah :
·         Hardisk tidak terpasang
·         Hardisk tidak terpasang rapat
·         Hardisk mengalami bad sector
·         Hardisk rusak
Solusi :
·         Pasang hardisk
·         Lepas,kemudian pasang kembali hardisk dengan bail
·         Gunakan aplikasi pendukung untuk memperbaiki bad sector pada hardisk
·         Ganti hardisk

17.  Optikal drive tidak terbaca
Masalah :
·         Optical tidak dikenali system
·         Optikal tidak terpasang rapat
·         Optikal rusak
Solusi :
·         Installl driver yang support dengan system
·         Lepas , bersihkan dan pasangkan kembali optikal drive
·         Ganti optikal drive

18.  Cas tidak mau masuk
Masalah :
·         Cable power belum terhubung dengan terminal listrik
·         Kabel power mengalami putus dalam
·         Adaptor rusak
·         Kabel output adaptor mengalami putus dalam
Solusi :
·         Hubungkan kabel power dengan terminal listrik
·         Lakukan pengecekan pada kabel, jika ada yang putus silahkan sambung kembali
·         Ganti adaptor
·         Sambung kembali kabel output yang putus

19.  Batrei cepat habis
Masalah :
·         Batrei jebol
Solusi :
·         Ganti cell batrei atau ganti batrei secara keseluruhan

20.  Laptop cepat panas
Masalah :
·         Kipas laptop tidak aktif
·         Lubang pembuangan udaranya tersumbat kotoran
·         Pasta Processor kering
Solusi :
·         Cek kabel power kipas, jika belum terkoneksi silahkan menyambung kabel power ke mainboard
·         Bersihkan lubanga pembuangan udara dengan menggunakan kuas

21.  Kamera tidak aktif
Masalah :
·         Kamera belum terinstall
·         Kamera tidak dikenali system
·         Kamera tidak terkoneksi dengan mainboard
Solusi :
·         Install driver kamera
·         Install driver yang suport dengan system
·         Pasang power kamera


22.  Pada saat melakukan penginstallan terjadi blue screen
Masalah :
·         Setingan bios tidak sesuai
·         Hadisk bermasalah
Solusi :
·         Setting bios pada mode competible atau IDE
·         Format total Hardisk

23.  Hardisk bad sektor
Masalah :
·         Hardisk tidak terbaca
·         Hardisk tidak bisa melakukan booting
Solusi :
·         Gandeng hardisk pada laptop lain menggunakan konverter kemudian format total secara keseluruhan

24.  Adaptor tidak mengeluarkan tegangan
Masalah :
·         Kabel power tidak terkoneksi dengan terminal
·         Adaptor rusak
Solusi :
·         Hubungkan kabel power dengan terminal listrik
·         Ganti adaptor yang baru

25.  FAN processor tidak berputar
Masalah :
·         Power FAN tidak terkoneksi dengan mainboard
·         Kabel power FAN mengalami putus dalam
·         FAN rusa
Solusi :
·         Pasngkan kabel power pada mainboard
·         Priksa bagian mana yang putus menngunkan avometer kemudian hubungkan kemnbali
·         Ganti FAN yang rusak

26.  PORT VGA tidak berfungsi
Masalah :
·         Perangkat belum terinstall
·         Kabel VGA yang terhubung rusak
Solusi :
·         Install driver
·         Gantikan kabel VGA yang rusak dengan yang baik
27.  Engsel tidak mampu menahan LCD
Masalah :
·         Engsel rusak
Solusi :
·         Ganti engsel laptop

 MAINTANANCE DASAR SOFTWARE
Adapun mantanance dasar yang harus dilakukan setelah melakukan penginstalan , yaitu :
1.      Mematikan auto play
a.       Untuk windows Xp
·         Buka run à ketik “gpedit.msc” à computer configuration à administrative template à system à turn off autoplay à pilih “enable” àoption : All drive
·         Buka run à ketik “gpedit.msc” à user configuration à administrative template à system à turn off autoplay à pilih “enable” àoption : All drive
b.      Untuk windows 7
·         Buka run à ketik “gpedit.msc” à computer configuration à administrative template à All settings à turn off autoplay à pilih “enable” àoption : All drive
·         Buka run à ketik “gpedit.msc” à user configuration à administrative template à All settings à turn off autoplay à pilih “enable” àoption : All drive

2.      Mempercepat menu
·         Buka Run à ketik “Raegedit” àhkey_current_user à control panel à desktop à menu show delay à ganti nilainya menjadi 1

3.      Membersihkan sampah program
·         Buka Run à ketik “prefetch” à ctrl+A à shift+ delete
·         Buka Run à ketik “temp” à ctrl+A à shift+ delete
·         Buka Run à ketik “%temp%” à ctrl+A à shift+ delete

4.      Menginstall anti virus
·         Dalam melakukan penginstalan anti virus gunakan comandprompt (CMD) dan usahakan anti virus yang digunakan adalah anti virus yang terupdate
·         Instal 2 Antivirus, 1 anti virus global ( Kasper sky, AVG, Avira, Norton anti virus, Trojan protektor, dll)  dan 1 lagi anti virus lokal (Smadav, Artav, Ansaf, dll)

5.      Menginstal aktivator ( berlaku untk windows 7)
·         Buka folder aktivator pada paket system operasi dan instal “loader.exe”

6.      Mengaktifkan System restore (berlaku untuk windows Xp)
Klik star menu à All program àAcdcesoris à system tools à system restore à cheklist system restore on

7.      Menonaktifkan system update system operasi
a.       Untuk windows Xp
Buka Run à ketik “control” à windows update à turn off
b.      Untuk windows 7
Buka Run à ketik “control” à windows update à change setting à checklist allow all user to install updates on computer

8.      Menginstal aplikasi
·         Untuk penginstalan aplikasi usahakan menggunakan command propt / CMD hal ini digunakan agar virus yang ada tidak aktif secara langsung dan menyebar yang bisa mengakibatkan system pada komputer terinfeksi dan mengalami gangguan.

9.      Mengaktifkan kontrol starup (star awal) dan service aplikasi
·         Buka Run à ketik “msconfig” à pilih star up à hilangkan semua checklist yang ada kecuali anti virus dan semua file yang terdapat pada system32 àpilih service à hilangkan semua checklist kecuali anti virus

Senin, 08 September 2014

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOMPUTER DARI MASA KE MASA

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOMPUTER DARI MASA KE MASA


A.    PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOMPUTER DARI MASA KE MASA
Komputer berasal dari kata Compute yang berarti menghitung. Sehingga dengan asal kata ini kita dapat mengasumsikan bahwa alat ini pertama kali dibuat karena atas dasar kebutuhan manusia untuk menghitung sesuatu. Komputer merupakan alat elektronik yang pada awalnya dirancang untuk aktivitas komputasi. Namun pada saat ini penggunaan komputer telah berkembang tidak hanya untuk proses komputasi tetapi sudah mencakup pada manipulasi, simulasi, animasi, dan komunikasi-informasi. Sebagaimana layaknya sebuah perangkat elektronik, komputer merupakan sistem IPO (Input Proccess and Output), sehingga memerlukan masukan untuk diolah yaitu berupa data dan akan menghasilkan suatu keluaran yaitu informasi.

Secara teknis, kriteria yand dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan, antara lain:
(1) arsitektur;
(2) kecepatan pemrosesan;
(3) besarnya memori;
(4) kemampuan penyimpanan;
(5) jumlah pengguna;
(6) biaya; dan
(7) ukuran.

Arsitektur komputer mengacu pada rancangan internal dari rangkaian komputer. Termasuk di dalamnya jumlah dan tipe komponen yang menampilkan kemampuan komputasi. Arsitektur komputer sangat tergantung pada kegunaan komputer itu sendiri. Kecepatan pemrosesan diukur dari jumlah instruksi yang dapat diproses oleh computer setiap detiknya, biasanya dalam satuan million instruksi per detik (MIPS). Untuk mempermudah pengenalan kecepatan pemrosesan sering dicantumkan berupa angka frekuensi, misalnya 233 MHz, 400 MHz, 533B MHz dan yang terbaru yang beredar di pasaran dikeluarkan Intel adalah 3,2 GHz. Memori utama mengacu pada penyimpan internal komputer sehingga bisa digunakan untuk mengakses dan menjalankan program. Memori utama bisa mengakses dengan lebih baik jika ditopang dengan media penyimpanan yang besar. Hal tersebut berkaitan dengan adanya virtual memory pada media penyimpanan yang biasanya digunakan untuk pengaksesan suatu program (swap).
Untuk komputer yang terangkai dalam suatu jaringan (network) maka semakin banyak jumlah  pengguna dalam sistem jaringan akan semakin menurun kinerja dari sistem jaringan komputer tersebut. Kriteria biaya berkaitan dengan perbandingan antara biaya (cost) dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan sistem komputer.Berdasarkan kriteria tersebut diatas, maka komputer bisa dikelompokkan dalam beberapa klasifikasi, yaitu: komputer super, mainframe, komputer mini, server. Perkembangan inovasi komputer sejak 1960 menambah satu daftar penemuan yang sangat menarik dan paling penting , yaitu Arsitektur Reduced
Instruction Set computers ( RISC). Walaupun sistem RISC telah ditentukan dan dirancang dengan berbagai cara berdasarkan komunitasnya, elemen penting yang digunakan sebagian rancangan umumnya adalah sebagai berikut :
1. Set instruksi yang terbatas dan sederhana
2. Register general purpose berjumlah banyak atau penggunaaan teknologi kompiler untuk     mengoptimalklan penggunaan register.
3. Penekanan pada pengoptimalan pipeline instruksi.
1. 1. Karakteristik-Karakteristik Eksekusi Instruksi
Salah satu evolusi komputer yang besar adalah evolusi bahasa pemprograman. Bahasa pemprograman memungkinkan programmer dapat mengekspresikan algoritma lebih singkat, lebih memperhatikan rincian, dan mendukung penggunaan pemprograman terstruktur, tetapi ternyata muncul masalah lain yaitu semantic gap, yaitu perbedaan antara operasi-operasi yang
disediakan oleh HLL dengan yang disediakan oleh arsitektur komputer, ini ditandai dengan ketidakefisienan eksekusi, program mesin yang berukuran besar, dan kompleksitas kompiler.
Untuk mengurangi kesenjangan ini para perancang menjawabnya dengan arsitektur. Fitur-fiturnya meliputi set-set instruksi yang banyak, lusinan mode pengalamatan, dan statemen-statemen HLL yang diimplementasikan pada perangkat keras. Set-set instruksi yang kompleks
tersebut dimaksudkan untuk :
1. Memudahkan pekerjaan kompiler
2. Meningkatkan efisiensi eksekusi, karena operasi yang kompleks dapat
diimplementasikan didalam mikrokode.
3. Memberikan dukungan bagi HLL yang lebih kompleks dan canggih.
Oleh karena itu untuk memahami RISC perlu memperhatikan karakteristik eksekusi instruksi. Adapun aspek-aspek komputasinya adalah :
1. Operasi-operasi yang dilakukan.
2. Operand-operand yang digunakan,
3. Pengurutan eksekusi,
1.      Operasi
Beberapa penelitian telah menganalisis tingkah laku program HLL (High Level Language). Assignment Statement sangat menonjol yang menyatakan perpindahan sederhana merupakan satu hal yang penting. Hasil penelitian ini merupakan hal yang penting bagi perancang set instruksi mesin yang mengindikasikan jenis instruksi mana yang sering terjadi karena harus didukung optimal.

2.  Operand
Penelitian Paterson telah memperhatikan [PATT82a] frekuensi dinamik terjadinya kelas-kelas variabel. Hasil yang konsisten diantara program pascal dan C menunjukkan mayoritas referensi menunjuk ke variable scalar.
 Penelitian ini telah menguji tingkah laku dinamik program HLL yang tidak tergantung pada
arsitektur tertentu. Penelitian [LUND77] menguji instruksi DEC-10 dan secara dinamik menemukan setiap instruksi rata-rata mereferensi 0,5 operand dalam memori dan rata-rata mereferensi 1,4 register. Tentu saja angka ini tergantung pada arsitektur dan kompiler namun sudah cukup menjelaskan frekuensipengaksesan operand sehingga menyatakan pentingnya sebuah arsitektur.

3. Procedure Calls
Dalam HLL procedure call dan return merupakan aspek penting karena merupakan operasi yang membutuhkan banyak waktu dalam program yangdikompalasi sehingga banyak berguna untuk memperhatikan cara implementasiopperasi ini secara efisien. Adapun aspeknya yang penting adalah jumlah parameter dan variabel yang berkaitan dengan prosedur dan kedalaman pensarangan (nesting).

4. Implikasi
Secara umum penelitian menyatakan terdapat tiga buah elemen yang menentukan karakter arsitektur RISC :
1. Penggunaan register dalam jumlah besar yang ditunjukan untuk
mengotimalkan pereferensian operand.
2. Diperlukan perhatian bagi perancangan pipelaine instruksi karena
tingginya proporsi instruksi pencabangan bersyarat dan procedure call,
pipeline instruksi yang bersifat langsung dan ringkas menjadi tidak
efisien
3. Terdapat set instruksi yang disederhanakan

1. 2. Karakteristik Arsitektur Reduced Instruction Set Computers (RISC)

Arsitektur RISC memiliki beberapa karakteristik diantaranya :

1. Siklus mesin ditentukan oleh waktu yang digunakan untuk mengambil dua buah operand dari register, melakukan operasi ALU, dan menyimpan hasil operasinya kedalam register, dengan demikian instruksi mesin RISC tidak boleh lebih kompleks dan harus dapat mengeksekusi secepat mikroinstruksipada mesin-mesin CISC.
 Dengan menggunakan instruksi sederhana atauinstruksi satu siklus hanya dibutuhkan satu mikrokode atau tidak sama sekali,instruksi mesin dapat dihardwired. Instruksi seperti itu akan dieksekusi lebihcepat dibanding yang sejenis pada yang lain karena tidak perlu mengaksespenyimapanan kontrol mikroprogram saat eksekusi instruksi berlangsung.

2. Operasi berbentuk dari register-ke register yang hanya terdiri dari operasiload dan store yang mengakses memori . Fitur rancangan ini menyederhanakan set instruksi sehingga menyederhanakan pula unit control. Keuntungan lainnya memungkinkan optimasi pemakaian register sehingga operand yang sering diakses akan tetap ada di penyimpan berkecepatan
tinggi. Penekanan pada operasi register ke register merupakan hal yang unik bagi perancangan RISC.

3. Penggunaan mode pengalamatan sederhana, hampir sama dengan instruksi menggunakan pengalamatan register,. Beberapa mode tambahan seperti pergeseran dan pe-relatif dapat dimasukkan selain itu banyak mode kompleks dapat disintesis pada perangkat lunak dibanding yang sederhana, selain dapat menyederhanakan sel instruksi dan unit kontrol.

4. penggunaan format-format instruksi sederhana, panjang instruksinya tetap dan disesuaikan dengan panjang word. Fitur ini memiliki beberapa kelebihan karena dengan menggunakan field yang tetap pendekodean opcode dan pengaksesan operand register dapat dilakukan secara bersama-sama

2. Ciri-Ciri RISC

1. Instruksi berukuran tunggal
2. Ukuran yang umum adalah 4 byte
3. Jumlah pengalamatan data sedikit, biasanya kurang dari 5 buah.
4. Tidak terdapat pengalamatan tak langsung yang mengharuskan melakukan sebuah akses memori agar memperoleh alamat operand lainnya dalam memori
5. Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmatika, seperti penambahan ke memori dan penambahan dari memori.
6. Tidak terdapat lebih dari satu operand beralamat memori per instruksi
7. Tidak mendukung perataan sembarang bagi data untuk operasi load/ store
8. Jumlah maksimum pemakaian memori manajemen bagi suatu alamat data adalah sebuah instruksi .
9. Jumlah bit bagi integer register spesifier sama dengan 5 atau lebih, artinya sedikitnya 32 buah register integer dapat direferensikan sekaligus secara eksplisit.
10. Jumlah bit floating point register spesifier sama dengan 4 atau lebih, artinya sedikitnya 16 register floating point dapat direferensikan sekaligus secara eksplisit.
Beberapa prosesor implementasi dari arsiteketur RISC adalah AMD 29000, MIPS R2000, SPARC, MC 88000, HP PA, IBM RT/TC, IBM RS/6000, intel i860, Motorola 88000 (keluarga Motorola), PowerPC G5.
2. PROSESSOR YANG MENGGUNAKAN SISTEM RISC

2.1. PowerPC dibangun dengan arsitektur RISC
Proyek mini komputer 801 di IBM pada tahun 1975 mengawali banyak konsep arsitektur yang digunakan dalam sistem RISC. 801 bersama dengan prosessor RISC I Berkeley, meluncurkan gerakan RISC, namun 801 hanya merupakan prototipe yang ditujukan untuk mengenalkan konsep disain

Keberhasilan memperkenalkan 801 menyebabkan IBM membangun produk workstation RISC komersial yaitu PC RT pada tahun 1986, dengan mengadaptasi konsep arsitektural 801 kedalam kinerja yang sebanding atau yang lebih baik. IBM RISC System/6000 merupakan mesin RISC superscalar1 yang dipasarkan sebagai workstation berunjuk kerja tinggi, tidak lama kemudian IBM mengkaitkan mesin ini sebagai arsitektur POWER. IBM kemudian menjalin kerjasama dengan Motorola, pembuat mikroprosessor seri 6800, dan Apple, yang menggunakan keping Motorola dalam komputer Macintoshnya dan hasilnya adalah seri mesin yang mengimplementasikan arsitektur PowerPC yang diturunkan dari arsitektur POWER dan merupakan sistem RISC superscalar.
Sejauh ini diperkenalkan empat anggota kelompok PowerPC yaitu :

1. 601,merupakan mesin 32-bit yang ditujukan untuk membawa arsitektur PowerPC kepasar secepat mungkin.

2. 603, merupakan mesin 32-bit yang ditujukan bagi low-end desktop dan komputer portable dengan implementasi yang lebih efesien.

3. 604, merupakan mesin 32-bit yang ditujukan bagi low-end server dan desktop, dengan menggunakan teknik rancangan superscalar lanjutan guna mendapatkan kinerja yang lebih baik.

4. 620, ditujukan bagi high-end server, sekaligus merupakan kelompok PowerPC pertama yang mengimplementasikan arsitektur 64 bit penuh, termasuk regiater 64-bit dan lintasan data.
2.2. Karakteristik dan Fungsi

1. Jenis-Jenis Data
PowerPC dapat beroperasi menggunakan data yang panjang 8 bit (byte), 16 bit (halfword), 32 bit (word), dan 64 bit (doubleword). Beberapa instruksi mengharuskan agar operand memori dijajarkan (aligned) pada batas 32-bit, walaupun secara umum tidak terlalu diperlukan.
Salah satu ciri PowerPC yang menarik adalah dapat menggunakan cara little-endian maupun big-endian2, dengan kata lain, byte yang paling kurang signifikan disimpan dalam alamat terendah atau tertinggi. Konsep ke-endianan pertama kali dibahas dalam literature Cohen [COHE8]. Pada byte ke-endian-an harus melakukan pengurutan nilai-nilai skalar multibyte. Konsep ini terjadi apabila terdapat kebutuhan untuk memperlakukan entitas multiple-byte sebagai butir data tunggal, walaupun entitas ini terdiri dari unit-unit yang dapat dialamati yang lebih kecil.
Beberapa mesin seperti intel 80x86, pentium, dan VAX, merupakan mesin-mesin litlle
endian, sedangkan mesin-mesin seperti IBM S/370, Motorola 680x0, dan sebagian besar mesin-mesin RISC merupakn mesin-mesin big-endian. Sifat keendian-an tidak akan melampaui unit data, dlam sembarang mesin, aggregate seperti file, struktur data, dan array terdiri dari beberapa unit data, yang masing-masing memakai ke-endian-an. Jadi konversi blok memori dari suatu jenis keendian-an kejenis lainnya memerlukan pemahaman struktur data.
Tidak terdapat konsensus umum tentang ke-endianan yang terbaik3, PowerPC sendiri adalah jenis prosesor yang bi-endian, yang mendukung baik mode big-endian maupun litlle-endian, arsitektur bi-endian memungkinkan pembuat perangkat lunak untuk memilih mode yang mana saja ketika harus memindahkan sistem operasi dan aplikasi dari suatu mesin ke mesin lainnya.
Byte, halfword, word, doubleword merupakan jenis data umum. Prosesor
mengiterpretasikan isi item data tertentu tergantung pada instruksi. Prosesor
fixed point mengenal jenis data berikut :
- Unsigned Byte : dapat digunakan bagi operasi logika atau aritmetika integer. Data ini dimuat dari memori ke register umum dengan zero-extending dsebelah kiri keukuran penuh register.
-Unsigned Halfword : seperti diatas namun dengan kuantitas 16-bit.
-Signed Halfword : digunakan untuk operasi aritmatika, dimuatkan kedalam memori dengan sign-extending pada sebelah kiri keukuran penuh register (yaitu, bit tanda disalinkan keposisi-posisi yang kosong).
-Unsigned Word : digunakan untuk operasi logika dan berfungsi sebagai pointer lokal.
-Signed Word : digunakan untuk operasi aritmatika.
- Unsigned Doubleword : digunakan sebagai pointer alamat.
-Byte String : panjangnya mulai 0 hingga 128 byte.
Selain itu PowerPC mendukung data floating poing presisi tunggal dan presisi ganda yang ditetapkan pada IEEE 754.

2.      Jenis Jenis Operasi

PowerPC banyak memiliki jenis operasi , berikut disajikan berbagai jenis operasi pada PowerPC :

Instruksi Uraian

Berorientasi Pencabangan b Pencabangan tidak bersyarat bl Bercabang kealamat sasaran dan menaruh alamat efektif instruksi yang berada setelah pencabangan kedalam link register
bc Pencabangan bersyarat pada Count Register dan/atau pada bit dalkam Condition Register.
 System Call
untuk membangkitkan layanan sistem operasi trap Memebandingkan dua buah operand dan membangkitkan system trap handler bila persyaratan tertentu dipenuhi.
Load/Store
lwzu Memuatkan word dan nol kesebelah kiri; mengupdate register sumber
ld Memuatkan dobleword.
lmw Memuatkan word ganda; memuatkan word berurutan ke regiater yang berdekatan dari register sasaran melalui General Purpose

Register 31.
lswx memuatkan suatu untaian byte kedalam register yang dimulaidengan register sasaran; empat byte per-register; diambil semua dari register 31 hingga register 0.
Arimatika Integer
add Menjumlahkan isi dari dua buah integer dan menyimpannya dalam register ketiga
subf Mengurangkan isi dua buah register dan menyimpannya dalam  register ketiga.

mullw Mengalikan isi dua buah register orde rendah 32-bit dan menyimpan hasil perkaliannya dalam register 64-bit ketiga.
divd Membagi isi dua buah register 64-bit dan menyimpan kuosiennya dalam register ketiga.
Logika dan Sift
cmp Membandingkan dua buah operand dan menyetel empat buah bit
kondisi dalam field register kondisi tertentu.
crand Condition Register AND
 dua bit Condition Register di-AND-kan dan hasilnya disimpan dalam salah satu dari kedua posisi tersebut.
and Meng-AND-kan isi dua buah register dan menyimpannya dalam register ketiga
cntlzd Mencacah jumlah bit 0 berturutan yang berawal pada bit nol dalam register sumber dan menempatkan hasil perhitungan dalam regiater tujuan.
rldic Merotasikan ke kiri register doubleword, meng-AND-kannya dengan mask, dan menyimpannya dalam register tujuan.
sld Menggeser kekiri dalam register sumber dan menyimpannya dalam register tujuan
Floating Point
lfs Memuatkan bilangan floating point 32-bit dari memori,mengubahnya kedalam format 64 bit, dan menyimpannya dalam register floating point.
fadd Menjumlahkan dua buah register floating point dan menyimpannya dalam register ketiga.
fmadd Mengalikan isi dua buah register, menambahkan isi regiater ketiga, dan menyimpan hasilnya dalam regiater keempat.
fcmpu Membandingkan dua buah operand floating point dan menyetel bit-bit kondisi.
Manajemen Cache
dcbf Membersihkan (flush) blok data cache; melakukan lookup dalam cache yang terdapat pada alamat sasaran tertentu dan melakukan operasi pembersihan.
icbi Menginvalidasikan instruksi blok cache

2.1.  Instruksi-Instruksi berorientasi Pencabangan
PowerPC memiliki orientasi pencabangan tidak bersyarat danpencabangan bersyarat. Instruksi-instruksi pencabangan bersyarat menguji suatubit tunggal dari register kondisi apakah benar, salah, atau tidak peduli dan isi dari counter register apakah nol, bukan nol, atau tidak peduli.
 Dengan demikian terdapat sembilan macam kondisi instruksi pencabangan bersyarat yang terpisah. Apabila counter register diuji apakah nol atau bukan nol, maka sesudah
pengujian register berkurang 1.
Hal ini tentunya memudahkan penyiapan loop iterasi. Instruksi dapat juga mengindikasikan bahwa alamat dari pencabangan itu ditempatkan dalam link register, hal ini memungkinkan pengolahan call/return.

2.2.  Instruksi-instruksi Load/Store

Dalam arsitektur PowerPC hanya instruksi load/store yang dapat mengakses lokasi memori, instruksi logika dan aritmetika hanya dilakukan terhadap register. Terdapat dua fitur yang membedakan instruksi-instruksi load/store :

1 .  Ukuran data, dimana data dapat dipindahkan dalam satu byte, halfword, word, atau doubleword. Instruksi-instruksi juga dapat digunakan untuk memuat atau menyimpan suatu untai byte ke dalam sejumlah register atau dari sejumlah register
2 .  Ekstensi Tanda, dimana pada pembuatan word dan halfword, bit-bit sebelah kiri register 64-bit tujuan yag tidak dipakai dapat diisi dengan bilangan-bilangan nol atau dengan bit tanda dari kuantitas yang dimuatkan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEKNOLOGI RISC

Teknologi RISC relatif masih baru oleh karena itu tidak ada perdebatan dalam menggunakan RISC ataupun CISC, karena tekhnologi terus berkembang dan arsitektur berada dalam sebuah spektrum, bukannya berada dalam dua kategori yang jelas maka penilaian yang tegas akan sangat kecil kemungkinan untuk terjadi.

1. Kelebihan

1. Berkaitan dengan penyederhanaan kompiler, dimana tugas pembuatkompiler untuk menghasilkan rangkaian instruksi mesin bagi semuapernyataan HLL. Instruksi mesin yang kompleks seringkali sulit digunakankarena kompiler harus menemukan kasus-kasus yang sesuai dengan konsepnya.
 Pekerjaan mengoptimalkan kode yang dihasilkan untuk meminimalkan ukuran kode, mengurangi hitungan eksekusi instruksi, dan meningkatkan pipelining jauh lebih mudah apabila menggunakan RISC dibanding menggunakan CISC.

2. Arsitektur RISC yang mendasari PowerPC memiliki kecenderungan lebih menekankan pada referensi register dibanding referensi memori, dan referensi register memerlukan bit yang lebih sedikit sehingga memiliki akses eksekusi instruksi lebih cepat.
3. Kecenderungan operasi register ke register akan lebih menyederhanakan set instruksi dan menyederhanakan unit kontrol serta pengoptimasian register akan menyebabkan operand-operand yang sering diakses akan tetap berada dipenyimpan berkecepatan tinggi.
4. Penggunaan mode pengalamatan dan format instruksi yang lebih sederhana.

2. Kekurangan

1. Program yang dihasilkan dalam bahasa simbolik akan lebih panjang (instruksinya lebih banyak).

2. Program berukuran lebih besar sehingga membutuhkan memori yang lebih banyak, ini tentunya kurang menghemat sumber daya
.
3. Program yang berukuran lebih besar akan menyebabkan
a. Menurunnya kinerja, yaitu instruksi yang lebih banyak artinya akan lebih banyak byte-byte instruksi yang harus diambil.
b. Pada lingkungan paging akan menyebabkan kemungkinan terjadinya page fault lebih besar.

Alat-alat hitung yang mendasari munculnya komputer antara lain :

1Abacus
Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi.
Walaupun alat ini memang tergolong purba, tapi inilah sebuah manakarya manusia di bidang alat hitung.

2.numerical wheel calculator
Alat yang diciptakan oleh Blaise Pascal ini mulai menggunakan prinsip-prinsip mekanik. Alat ini menggunakan roda bergerigi sehingga dapat melakukan operasi penjumlahan. Alat ini menginspirasi para ilmuwan pada masa itu sehingga terus dikembangkan menjadi alat hitung yang berbasis mekanik.

3.Mesin uap Babbage
Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut

pengertian dan konsep Sistem Basis Data

pengertian dan konsep Sistem Basis Data

Sistem Basis Data – Konsep Basis Data
  •  Pengertian basis data
  •  Istilah-istilah basis data
  •  Komponen sistem basis data
  •  Tujuan dan manfaat basis data
  •  Kelemahan sistem basis data
  •  Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis
  •  Contoh basis data
  •  Database Management System (DBMS)
  •  Manfaat DBMS
  •  Pengguna basis data
  •  Model Basis Data

Pengertian Basis Data
Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan
file lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu
perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu
Istilah-istilah Basis data
Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:
Entititas
Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.
Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
Field
Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang
siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
Record
Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi,
Jl. Hati suci No 2 Kupang.
Data Value
Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut
disebut nilai data.
Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan
entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat,
tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database )
Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling
berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan
beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut (
Fathansyah,1999 ). Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu:
Perangkat Keras ( Hardware )
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori
sekunder hardisk.
Sistem Operasi ( Operating System )
Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau
mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan
melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan
seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.
Bas i s  data (  Database  )
Sebuah basis data ( Database ) dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data
dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel.Database
Management System ( DBMS )
Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung,
tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan
bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali.
Pemakai ( User )
Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam
program yang ditulis dalam bahasa pemograman.
Tujuan dan Manfaat Basis Data
Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat
memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999).
Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:
Kecepatan dan kemudahan (Speed )
Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau
melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan
cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.
Efisien ruang penyimpanan (Space)
Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita
dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah
pengkodean .
Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan
atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk
menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.

Keamanan (Security)
Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek
keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius,
aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa
yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja
yang boleh dilakukan.
Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis
perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara
batch maupun on-line) pada saat bersamaan.
Dapat diterapkan standarisasi (standardization)
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan
standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman
maupun pertukaran data.
Kelemahan Sistem Basis Data
  •  Memerlukan tenaga spesialIS
  •  Kompleks
  •  Memerlukan tempat yang besar
  •  Mahal
Pengguna Basis Data
System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga
mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada
pihak penjual
Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara
keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan
mengaturnya.
Tugas DBAMengontrol DBMS dan software-software

 Memonitor siapa yang mengakses basis data
 Mengatur pemakaian basis data
 Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency
Program Utilitas yang digunakan oleh DBA :
 Loading Routines, Membangun versi utama dari basis data
 Reorganization Routines, Mengatur / mengorganisasikan kembali basis data
 Journaling Routines, Mencatat semua operasi pemakaian basis data
 Recovery Routines, Menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan
 Statistical Analysis Routines, Membantu memonitor kehandalan sistem
End User (Pemakai Akhir)
Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat
dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
Programmer aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language
(DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa
pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)
Pemakai Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka
menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh
suatu DBMS
Pemakai Umum (End User / Naïve User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu
program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan)
sebelumnya
Pemakai Khusus (Specialized/Sophisticated User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-
keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa
saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.
Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis
 Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
 Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan
 Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni
 Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan